Pencemaran Pabrik Gula Kediri Resahkan Warga

Menteri agama maftuh basuni mengancam akan membubarkan ormas islam radikal yang dianggap melanggar undang-undang. Pernyataan menteri agama tersebut disampaikan saat membuka acara musabaqoh qiroatil kutub di pondok pesantren lirboyo kediri jawa timur.

Menyikapi surat edaran menteri dalam negeri yang akan menertibkan organisasi massa islam yang dianggap radikal menteri agama maftuh basuni menyatakan siap mendukung dan akan membubarkan mereka.

Menurut maftuh organisasi semacam ini sudah sangat meresahkan masyarakat . Apalagi selama ini ormas tersebut kerap melakukan aksi-aksi yang tidak sesuai dengan undang-undang. Penegasan ini disampaikan maftuh di sela-sela pembukaan musabaqoh qiro-atil kutub nasional kedua tingkat nasional di ponpes lirboyo kediri jawa timur.

Acara musabaqoh qiroatil kutub ini merupakan lomba membaca kitab kuning yang biasa diajarkan di pondok pesantren tradisional diikuti oleh 401 santri santriwati dari 30 propinsi di indonesia. Sejumlah daerah yang tengah mengalami bencana seperti yogyakarta dan jawa tengah juga turut mengirimkan delegasi.

Puluhan sumur milik radar kediri jawa timur tercemar limbah dari pabrik gula mojopanggung akibatnya warga kini kesulitan mendapat air bersih.

Puluhan sumur milik warga di desa batangsaren kecamatan kauman kabupaten kediri jawa timur tidak bisa digunakan. Hal ini terjadi setelah limbah pabrik gula mojopanggung milik ptpn x mencemari sungai dan meresap ke dalam sumur serta areal persawahan milik warga.

Akibatnya air di dalam sumur menjadi kusam dan berbau belerang. Bahkan karena aromanya yang sangat menyengat air ini tidak bisa dipergunakan untuk keperluan sehari-hari seperti mandi dan memasak.

Sugiono salah seorang warga mengaku tidak dapat menggunakan air sumur miliknya setelah tercemar limbah pabrik. Terlebih lagi lokasi sumur dan pemukiman warga cukup dekat dengan saluran limbah pabrik. Untuk keperluan sehari-hari ia terpaksa meminta air kepada tetangga yang jauh dari lokasi pabrik.

Hal yang sama disampaikan suliem. Perempuan tua ini bahkan mengaku tidak bisa menggunakan sumurnya setiap kali musim giling tiba dan itu telah berlangsung puluhan tahun tanpa ada perbaikan.

Petugas dari radar kediri saat memeriksa saluran pembuangan limbah mendapati air yang dibuang masih berwarna kecoklatan dan berbau menyengat menurut keterangan warga limbah proses produksi gula selalu dibuang pada malam hari pada pukul 12 malam hingga menjelang subuh.