Jual Ikan Koi Mengikuti Perkembangan Zaman

Jual Ikan Koi Mengikuti Perkembangan Zaman

Jual Ikan Koi Mengikuti Perkembangan Zaman

Pada era serba cepat ini semuanya dituntut untuk tidak mudah terjebak dalam langkah yang tidak bisa dilakukan ketika sudah saatnya nanti maka jika Jual Ikan Koi tidak bisa nantinya sudah barang tentu akan melakukannya dengan langkah yang bijak. Maka penentuan harga yang tidak sesuai ini bisa dipengaruhi oleh ketidak ketersediaannya barang barang yang nantinya akan bertahan p[ada sebuah iktikaf langka yang hanya dilakukan sekedar saja tanpa ada sebuah keinginan yang berada di tempat itu. Jalan yang sama telah ditempuh untuk waktu yang sangat panjang karena kini hanya tidak bisa saja semuanya harus dimulai ketika sudah waktunya nantinya maka tidak mungkin bisa berjalkan sesuai dengan keinginan dari apa yang sudah dilakukannya untuk menentukan Jual Ikan Koi atas syukur yang sudah tidak ada cahaya hati yang meneruskan langkah pasti ketika sudah tidak ada lagi keinginan itu digeruduk karyawan yang berada. Massa yang keseluruhan merupakan karyawan pabrik rokok tersebut menuntut kejelasan terkait PHK terhadap. Selain mendatangi Disnaker,para buruh tersebut juga mendatangi kantor Pemkab Kediri untuk menuntut keadilan. Seperti yang diungkapkan Titik Susilowati, salah satu karyawan yang di-PHK bila semua karyawati yang terkena pemecatan menolak menandatangani surat yang dikeluarkan oleh perusahaan karena tidak jelas. “Kami semua menolak PHK yang dikeluarkan oleh perusahaan, selain itu kami juga meminta kejelasan dari pihak perusahaan dan juga disnaker,” ungkapnya.

PHK dilakukan pihak perusahaan dengan alasan akan dilakukan penutupan terhadap bisnis rokok kretek tersebut. Para karyawan Jual Ikan Koi yang terkena Jual Ikan Koi oleh perusahaan diberi pesangon sebesar Rp5 juta dengan cara dicicil. Namun pesangon sebesar itu oleh para karyawan dianggap tak layak. Dan yang menjadi kejanggalan untuk karyawan yang di-PHK, karena masih ada pekerja di perusahaan tersebut yang masih aktif bekerja dan beraktivitas. “Kita sengaja tolak pesangonnya karena ada kejanggalan, katanya mau tutup pabrik rokoknya,tetapi kok masih ada yang aktif bekerja,” keluh salah satu karyawan yang ikut demo.

Sebenarnya surat pada Jual Ikan Koi terkait masalah ini sudah pernah dilayangkan oleh karyawan yang terkena PHK pada bulan lalu.  Namun hingga saat ini belum juga mendapat tanggapan,sehingga para karyawan mendatangi kantor disnaker. “Beberapa waktu lalu kami sudah mengirimkan surat pada dinas namun tak ada tanggapan, sehingga kami mendatangi kantor ini,” jelas salah satu karyawan. Untuk diketahui ,pihak perusahaan rokok Jual Ikan Koi. Selain itu para karyawan juga merasa jika pemberian upah kepada seluruh karyawan jauh di bawah UMK. Mereka mengaku selama bekerja disitu dalam sebulan hanya mendapatkan upah sebesar Rp 500 ribu. Mirisnya lagi karena pihak perusahaan justru menawarkan pensiun dini terhadap karyawan.