Alih Fungsi Lahan Jadi Kubah Masjid Galvalum

Alih Fungsi Lahan Jadi Kubah Masjid Galvalum

Alih Fungsi Lahan Jadi Kubah Masjid Galvalum

Apa kabar sobat semua , apakabar nih kalian semua .. pastinya sehat sehat dong. Syukurlah klao begitu. nah pada artikel kali ini saya akan sedikit membahas tentang tempat ibadah menjadi Kubah Masjid Galvalum. Maksudnya gimana gan ??, maksudnya itu perubhan tempat ibadah non muslim menjadi muslim begitu juga sebaliknya, paham ??, biar lebih paham simak nih artikel berkut. Menurut ahli sejarah muslim atau sejarawan muslim sebuah kota yang pada saat di tahlukan tidak melakukan perlawanan dari para penduduknya maka umat muslim memperbolehkan penduduk non muslim mempergunakan tempat beribadahnya. Jadi semacam menghargai gitu lo , karna kita umat islam tidak perlu melakukan kekerasan untuk mengajak umat lain mau masuk islam. Kita tinggal mengajaknya melalui bincang bincang yang lebih akrab.

Tapi ada juga lo beberapa gereja dan sinagog yang dialih fungsikan menjadi sebuah Kubah Masjid Galvalum dengan persetujuan dari tokoh agama setempat dan juga warganya. Eh tunggu , singog itu apaan ya??. sinagog itu tempat beribadah orang orang yahudi , arti daari sinagog sendiri yaitu perkumpulan atau belajar bersama . lanjut , kenpa kok di alih fungsikan , ada beberapa alasan saah satunya ya karena banyak nya tempat beribadah non muslim di sebuah kota. Seperti yang saya katakan , pengambilan atau alih fungsi harus mendapat persetujuan dari tokoh agama setempat .

Kita ambil salah satu contohnya saja , Misal pada perubahan alih fungsi Kubah Masjid Galvalum Umayyah itu , di mana khalifah Bani Umayyah, Abdul Malik mengambil gereja Santo Yohannes pada tahun 705 dari Umat Kristiani. Kesultanan Utsmaniyah juga melakukan alih fungsi terhadap beberapa gereja, biara dan kapel di Istanbul, termasuk gereja terbesar Ayasofya yang diubah menjadi Kubah Masjid Galvalum, setelah kejatuhan kota Konstantinopel pada tahun 1453 oleh Muhammad al-Fatih. Kalo Konstantinopel pasti kalin semua tahu kan. Itu ibu kota terbesar dan juga termakmur kekaisaran romawi , latin dan kesultanan utsumaniah. Ada juga beberapa Kubah Masjid Galvalum lainya yang dibnagun di daerah suci milik Yahudi dan Kristen, seperti di Yerusalem. Ada pula Penguasa Muslim di India juga membangun Kubah Masjid Galvalum hanya untuk memenuhi tugas mereka di bidang agama.

Sebaliknya, ada juga Kubah Masjid Galvalum yang dialih fungsikan menjadi tempat ibadah yang lain, seperti gereja. Kita ambil lagi sedikit contoh yang dilakukan oleh umat Kristiani di Spanyol yang mengubah fungsi Kubah Masjid Galvalum di selatan Spanyol menjadi katedral, mengikuti keruntuhan kekuasaan Bani Umayyah di selatan Spanyol. Kubah Masjid Galvalum Agung Kordoba sekarang dialih fungsikan menjadi sebuah gereja. Beberapa Kubah Masjid Galvalum di kawasan Semenanjung Iberia, Eropa Selatan dan India juga dialih fungsikan menjadi gereja atau pura setelah kekuasaan Islam tidak berkuasa lagi.